oleh Anick HT
Saya berkesempatan menonton preview #AyatAdinda dan ingin berbagi kesan di sini. Film #AyatAdinda yang akan diputar 11 Juni ini sangat edukatif, dan layak ditonton oleh seluruh anggota keluarga. Film ini juga mengajarkan pada anak-anak kita betapa berharganya arti sebuah persahabatan tanpa sekat. Meski aktornya adalah siswa-siswi SD namun #AyatAdinda ini bukan semata film anak-anak. Ia adalah film tentang dinamika Islam Indonesia, dan pertarungan tafsir terhadapnya.
Film #AyatAdinda ini dengan bagus menyajikan bacaan Qur'an yang sangat indah dan bisa dinikmati. Film ini juga bisa menstimulasi dan memotivasi anak-anak kita mencintai keindahan bacaan Qur'an. Bahkan, bacaan Qur'an dalam film #AyatAdinda ini agak sedikit tak biasa, meski bagi yang tahu, itu masih wajar. Variasi bacaan ini relevan dengan kontroversi terkini, tentang penggunaan langgam Jawa dalam membaca Qur'an.
Beruntunglah kita punya @Real_TissaBiani yang bermain sangat bagus serta @suryasaputra507 juga bermain dengan sangat keren. Dan yang lebih penting, film #AyatAdinda ini adalah bagian dari kampanye Gerakan Islam Cinta yaitu gerakan Islam ramah dan toleran di tengah sinisme terhadap islamisme. Gerakan Islam Cinta adalah gerakan yang menghadirkan sisi positif dalam berislam. Dan Islam adalah agama rahman. Islam adalah agama rahim. Dan mencintai Islam adalah mencintai kemanusiaan.
Tak kalah pentingnya, film ini juga bagian dari kampanye Gerakan Indonesia Tanpa Diskriminasi yaitu gerakan untuk mengakhiri segala diskriminasi di Indonesia, termasuk atas dasar agama. Gerakan ini menyerukan bahwa agama bukan alat pembenci namun alasan untuk bertoleransi. Bahwa beragama adalah memperlakukan semua warga secara setara tanpa prasangka. Bernegara berarti tidak memperlakukan orang secara diskriminatif, berdasar agamanya. Mencintai agamanya tak berarti memusuhi agama yang lain.
No comments:
Post a Comment