Salah satu drama menarik dari film Ayat - Ayat Adinda adalah hubungan anak dan bapak. Mungkin diantara kita pernah mengalami hubungan yg tegang dengan orang tua kita, khususnya ayah. Biasanya itu dipicu oleh tujuan yang beda atau cara pandang yang beda atau beberapa hal lain. Demikian pula halnya di film Ayat - Ayat Adinda.
Tapi menariknya, konflik itu tidak dibuat si anak kehilangan respeknya terhadap ayahnya. Sebaliknya si ayah juga tak kehilangan cintanya kepada anaknya. Itu salah satu kekuatan skenario film Ayat #AyatAdinda yang ditulis oleh @salmanaristo. Dan penyutradaraan oleh Hestu Saputra.
Salman Aristo adalah penulis skenario dan sutradara yang dikenal akan karya-karyanya seperti Ayat-Ayat Cinta, Laskar Pelangi, Garuda di Dadaku, and Sang Penari. Pria kelahiran Jakarta tahun 1976 ini tertarik dengan dunia film sejak usia dini meskipun tidak mempertimbangkan karir dalam industri tersebut hingga ia menyelesaikan pendidikan tingginya.
Aristo dipengaruhi oleh beberapa penulis skenario baik dari dalam maupun luar negeri seperti Woody Allen, Robert Altman, Richard Linklater, Richard Curtis, Arifin C. Noer, dan Asrul Sani. Dia telah tiga kali dinominasikan untuk penulisan skenario dalam Festival Film Indonesia namun belum pernah memenangkan satupun Piala Citra.
No comments:
Post a Comment